Mahasiswa KKN UPN Veteran Surabaya Kenalkan Komposter Berbasis IoT di Pesantren Ribath Attaqwa
Mahasiswa KKN UPN Veteran Surabaya Kenalkan Komposter Berbasis IoT di Pesantren Ribath Attaqwa

KREJENGAN — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UPN Veteran Surabaya menghadirkan inovasi pengolahan sampah organik berbasis Internet of Things (IoT) di Pondok Pesantren Ribath Attaqwa, Desa Seboro Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo.

Inisiatif ini dikembangkan sebagai upaya mendorong pengelolaan sampah organik yang lebih efektif sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan di lingkungan pesantren.

Sebagai lembaga pendidikan dan tempat tinggal para santri, pesantren memiliki aktivitas harian yang cukup tinggi, termasuk kegiatan dapur dan aktivitas domestik lainnya. Kondisi tersebut menghasilkan sampah organik, khususnya limbah sisa makanan dan dapur, yang apabila tidak dikelola dengan baik dapat menumpuk dan menimbulkan persoalan lingkungan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa UPN Veteran Surabaya memperkenalkan teknologi tepat guna berupa komposter yang memungkinkan sampah organik diolah sekaligus dipantau secara digital. Inovasi ini diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan pesantren yang lebih bersih serta membangun budaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Komposter dibuat dengan memodifikasi dua tabung plastik yang dilengkapi saluran aerasi menggunakan pipa. Masing-masing tabung dilengkapi sensor suhu dan kelembapan yang terhubung dengan mikrokontroler ESP32 dan sensor DHT22.

Data dari sensor dapat dipantau secara real-time melalui aplikasi web Blynk. Sistem tersebut juga dilengkapi notifikasi melalui Telegram sehingga kondisi proses pengomposan di dalam tabung dapat dipantau dengan lebih mudah.

Dari proses pengolahan tersebut dihasilkan pupuk organik padat dan pupuk organik cair yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan penghijauan dan perawatan lingkungan di kawasan pesantren.

Pihak Kecamatan Krejengan menyambut positif inovasi teknologi tepat guna yang diperkenalkan mahasiswa KKN UPN Veteran Jawa Timur tersebut. Selain memberikan solusi praktis dalam pengelolaan sampah organik, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh yang dapat dikembangkan di lingkungan pesantren maupun desa-desa lain di Kecamatan Krejengan.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pesantren, pemerintah kecamatan, dan masyarakat, pengelolaan sampah diharapkan tidak hanya berorientasi pada pengurangan limbah, tetapi juga mampu menghasilkan manfaat bagi lingkungan.