Desa Patemon

blog-img

Sejarah Desa

Patemon berasal dari kata “Pertemon” dalam bahasa Madura yang berarti “Pertemuan”. Menurut hikayat cerita para leluhur di Desa Patemon adalah tempat pertemuan antara pemuda dan pemudi dibawah salah satu pohon yang berada disekitar wilayah tersebut yang selanjutnya keduanyan menjadi pasangan suami istri. Ada juga cerita yang mengatakan bahwa kedua pasangan muda mudi tersebut adalah putra jayangrono dan ratu temenggung yang bertemu disebuah taman pemandian disebuah pohon “pabilen”, sehinga sampai saat ini tempat tersebut dikenal dengan “Taman” yang berada diwilayah Dusun Patemon Utara.

Meskipun hal tersebut merupakan cerita rakyat namun Desa Patemon sendiri berbatasan langsung dengan Desa Temenggungan yang berada disebelah utara diperkirakan masih ada hubungannya dengan asal usul Desa Temenggungan itu sendiri. Taman pemandian tersebut saat ini sudah tidak ada bekasnya sama sekali, akan tetapi disekitar lokasi tersebut sebagai bekas taman pemandian itu saat ini sering ditemukan adanya benda-benda yang diperkirakan peninggalan dari jaman kerajaan pada jaman dahulu.

Sejak berdirinya Desa Patemon secara adminitratif Desa ini mengalami 8 kali pergantian kepemimpinan Kepala Desa sebagaimana Tabel berikut:

Yang Pernah Memimpin Desa Patemon

No

NAMA

Periode Memimpin

Keterangan

1

Sayati

 

 

2

Sandani

 

 

3

Djiwo Bakri

 

 

4

Moh. Sanan

1989 - 2005

 

5

Jatim

2008 - 2013

 

6

Mohammad Ersyat

2015 - 2021

 

7

Sampurno

2022 - …….

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

     Demografi Desa

Secara geografis Desa Patemon terletak pada posisi -7,4838    Lintang Selatan dan 113,23 Bujur Timur. Topografi ketinggian desa ini adalah berupa daratan sedang yaitu sekitar 66,7 m di atas permukaan air laut. Desa Patemon memiliki luas administrasi 137,05 Ha, terdiri dari 3 (Tiga) dusun yaitu :

1.  Dusun Krajan

2.  Dusun Keloran

3.  Dusun Patemon Utara

Sedangkan batas – batas wilayah sebagai berikut :

Sebelah Utara           :  Temenggungan

 Sebelah Timur          :  Jatiurip

Sebelah Selatan        :  Brani Wetan

          Sebelah Barat           :  Selogudig Wetan

GPR Kemenkominfo