Desa Sentong
SEJARAH DESA
Desa Sentong awalnya adalah sebuah desa yang memiliki dua kepemimpinan yaitu : seorang KEPALA DESA atau sebutan PETINGGI yang diangkat oleh Pemerintah Kerajaan Hindia Belanda. PETINGGI ini berkuasa di wilayah Selatan dan seorang mantan DEMANG (Lurah dalam bahasa Jawa Kuno) berkuasa diwilayah Utara.
Dari dualisme kepemimpinan inilah masyarakat menginginkan untuk penggabungan kepemimpinan menjadi satu. Namun hal itu tidaklah mudah, Pemerintahan Hindia Belanda masih mempertimbangkan Distrik Kewilayahan.
Masyarakat yang menginginkan penggabungan sudah tidak sabar lagi bahkan sudah BOSAN menunggu terlalu lama. Mereka menginginkan untuk menjadi SATU. Dari inilah ahirnya sering terdengan kata BUSEN yang dalam bahasa Madura berarti bosan dan terro SETTONG yang berarti ingin bersatu. Begitu seringnya kata kata itu di ucapakan maka kemudian terdengan dari kata kata BUSEN terro SETTONG. Itu kemudian menjadi sebutan SEN-TONG.
Maka Pemerintah Kerajaan Hindia Belanda menetapkan pada tahun 1825 gabungan dualisme kepemimpinan dan kewilayahan itu menjadi satu yaitu Satu Desa. Sedang untuk nama diambillah dari kata Busen terro settong yang kemudian di mudahkan pengucapannya menjadi SENTONG.
Untuk wilayah utara yang telah bergabung menjadi Desa Sentong guna mengenang jasa seorang demang yang telah membabat dan membangun wilayah tersebut maka Pemerintah Desa Sentong mengabadikan nama jabatannya untuk menjadi sebuah wilayah yaitu DEMANGAN yang kini popular dengan sebutan dusun KADEMANGAN.
Sejak itulah pemerintahan Desa sentong mulai berjalan, pembangunan dan perluasan pemukiman dilakukan, terutama untuk wilayah sebelah barat dan selatan yang masih hutan belantara.
Di wilayah barat sebagian pembabat melihat seekor lembu maka dengan gembira di dekatilah lembu tersebut seraya untuk ditangkap namun kemudian lembu itu berubah menjadi sebuah batu. Maka kemudian wilayah itu diberi nama SELOLEMBU. Selo berarti batu, lembu berarti sapi. Sampai saat ini batu tersebut masih ada. Kini wilayah itu disebut Dusun Selolembu.
Pembabatanpun terus dilaksanakan kesebelah selatan dan betapa takjubnya para pembabat ini karena ditemukan sebuah pohon Beringin yang besar dan indah dibawahnya terdapat sebuah kubangan atau danau kecil yang dalam bahasa Madura adalah disebut KEDUNG. Karena kedung itu tepat berada dibawah pohon Beringin maka wilayah tersebut disebut KEDUNG BERINGIN. Namun karena pada tahun 1903 ada pembangunan irigasi dan sangat disayangkan pohon beringin ini harus ditebang. Sehingga kita tidak bisa menyaksikan keindahannya termasuk danau kecilnya.
DEMOGRAFI DESA
Desa Sentong terletak di Kecamatan Krejengan Kabupaten Probolinggo memiliki luas administrasi 159.359 Ha, terdiri dari 4 dusun yaitu :
1. Dusun Krajan
2. Dusun Kedung beringin
3. Dusun Selolembu
4. Dusun Kademangan
Sedangkan batas – batas wilayah sebagai berikut :
a. Sebelah Utara : Kelurahan Semampir
b. Sebelah Timur : Desa Bulu dan Desa Sumberkatimoho
c. Sebelah Selatan : Desa Krejengan
d. Sebelah Barat : Desa Rondo Kuning dan Desa Jatiurip