Desa Temenggungan

blog-img

SEJARAH DESA

Asal mula Desa Temenggungan menurut cerita orang-orang terdahulu atau sesepuh menceritakan tentang nama desa temenggungan yaitu dahulu ada seorang Raja Temanggung yang ingin sama istri Joko Tarup yang sangat cantik ( orang dulu bilang istri Joko Tarup adalah Bidadari ) cerita singkat yaitu Raja Temanggung menginginkan istri Joko Tarup untuk dijadikan permaisuri dengan itu berbagai cara yang ditempuh untuk membunuh Joko Tarup agar dapat mempersunting Bidadari istri Joko Tarup. Pertama Raja Temanggung, memerintah Joko Tarup ( pada saat itu joko tarup sebagai Adipati sekaligus terkenalsebagai pemburu ) diperintah menangkap Singa Putih yang terkenal ganas dan pemangsa ke hutan ( dengan tujuan yang sebenarnya agar joko tarup dimangsa singa putih ), joko tarup memenuhi perintah pergi ke hutan, berhari-hari mencari singa putih di hutan akhirnya dijumpai, bertarunglah joko tarup dengan siga putih itu namun akhirnya singa terbunuh dan dibawahlah ke kerajaan maka gagallah cencana raja temanggung untuk membunuh joko tarup. Selang beberapa bulan kemudian raja temanggung merencanakan lagiyang ke dua yaitu memerintah kembali joko tarup untuk menangkap Ular Putih yang terkenal sakti dan pemangsa, pada perintah kedua ini joko tarup sangat kuatir karena ular putih itu sakti namun bagaimanapun itu adalah perintah yang harus dijalankan. Siang malam joko tarup tidak tidur untuk memenuhi tugas yang sangat berat namun joko tarup tetap berangkat menuju tempat ular putih berada, ia berhari-hari bahkan sampai sebulan mencari ular putih ke hutan melewati perjalanan panjang naik turun gunung siang malam tidak mengenal lelah, akhirnya joko tarup menjumpai ular berwarna putih yang sangat besar dan saat itu ular putih itu betul-betul sakti, sekilas ular itu tanpak kelihatan selikas hilang, hampir joko tarup putus asa, namun disaat – saat joko tarup hampir putus asa ular itu berbicara dengan mengatakan kepada joko tarup “Hai Joko Tarup kamu jangan takut kepadaku karena aku tidak akan memakanmu, aku sudah tahu maksud kamu mencariku maka bawalah aku ke rajamu, ketika itu joko tarup kaget melihat ular bisa berbicara namun pada akhirnya dengan rasa pasra ular  dibawa ke hadapan Raja Temanggung. Ketika itu Raja Temanggung kaget melihat joko tarup bisa membawa ular putih yang sangat besar itu dengan demikian raja gagal kedua kalinya untuk membunuh joko tarup. Selang beberapa bulan kemudian Raja Temanggung berencana lagi ketiga kalinya yaitu akan mengadakan pesta minuman dengan mengundang semua pembesar kerajaan dengan maksud akan meberikan racun pada minuman joko tarup nantinya, hal ini diketahui oleh istri joko tarup (Bidadari) lalu memberitahukan kepada suaminya ( joko tarup ) bahwa raja akan mengadakan pesta minuman dimana kakang joko tarup nantinya gelas minumannya akan diisi racun oleh para dayang kerajaan namun jangan kuatir nanti kakang saya kasi petunjuk jadi sebelum saya datang disaat pesta nanti kakang jangan keburu minum. Begitu datang saat pesta itu dan semua dayang telah menyediakan minuman serta para undangan telah datang maka joko tarup tidak keburu minum masih menunggu isri dan disaat itu gelas minuman joko tarup berisi racun tak lama kemudian istri joko tarup (bidadari) itu datang dan menukar gelas beracun itu ke gelas sang raja tanpa diketahui siapapun. Begitu pesta berjalan semua para tamu sama-sama menikmati minuman itu sampai minuman habis juga joko tarup dan raja temanggung, tak lama kemudian sang raja merasa sakit perut,mual dan merasa sangat panas tidak dapat ditahan akhirnya sang raja melompat ke taman pemandian disebah istana yang terdapat lubang sumber mata air, sejak itulah raja temanggung tidak keluar dari lubang sumber mata air itu sampai sekarang.

Beberapa tahun kemudian para pembesar kerajaan banyak yang meninggal tinggal para Adipati yang sekarang disebut Bujuk yang meneruskan kepemimpinan seperti Bujuk Pajar, Bujuk Arongan, Bujuk Komena dan Bujuk Karmah. Bujuk-bujuk inilah yang akhirnya menyebut daerah ini disebut Temenggungan.  

Adapun pemimpin Kepala Desa Temenggungan dan seterusnya yang menjabat di Desa Temenggungan setelah itu :

 

NO

NAMA

PERIODE

ALAMAT

1

ASTRO REDJO (ALIMUDIN)

1923 - 1953

KRAJAN

2

H. ABDUL AZIZ (SAMSURI)

1953 - 1978

KRAJAN

3

H. ABD. MUKTI

1978 - 1980

KRAJAN

4

M. KARYO UTOMO (MUNAWAR)

1980 - 1998

KRAJAN

5

MUARI

1999 - 2007

ASEM

6

ROHIM

2007 - 2014

PARSEH

7

ROHIM

2015 - 2020

PARSEH

8

MOCH. IQBAL ALIWARSA

2022 s/d Sekarang

KRAJAN

 

Demikian   ulasan singkat sejarah Desa Temenggungan dan asal usul nama Desa dan Pemimpin Desa menurut Sejarah dan dapat dipertanggung jawabkan menurut nilai - nilai sejarah.

 

DEMOGRAFI DESA :

Desa Temenggungan terletak di Kecamatan Krejengan Kabupaten Probolinggo memiliki luas administrasi 176.233 Ha, terdiri dari 5 dusun, 5 Blok, 5 RW dan 19 RT yaitu :

5 Dusun Yaitu :

1.         Dusun Ledok

2.         Dusun Asem

3.         Dusun Parseh

4.         Dusun Krajan

5.         Dusun Tegalan

 

         5 Blok Sawah Yaitu :

1.        Blok Makam

2.        Blok Krajan

3.        Blok Tempolong

4.        Blok Polai

5.        Blok Koneran

 

5 RW dan 19 RT Yaitu :

1.      RW Ledok ada 2 RT

2.      RW Asem ada 5 RT

3.      RW Parseh ada 4 RT

4.      RW Krajan ada 5 RT

5.      RW Tegalan ada 3 RT

 

Sedangkan batas – batas wilayah sebagai berikut :

a.        Sebelah Utara           :  Desa Kregenan Kecamatan Kraksaan

b.        Sebelah Timur          :  Desa Jatiurip Kecamatan Krejengan

c.         Sebelah Selatan        :  Desa Patemon Kecamatan Krejengan

d.    Sebelah Barat           :  Sungai Pekalen

GPR Kemenkominfo